Sabtu, 11 Agustus 2012

F.O.K.U.S.!!!

FOKUS
FOKUS!! Ya! Tegas dan nendang. Ketika ingin memulai usaha seringkali kita dihadapkan pada berbagai bidang usaha apa yang akan kita jalankan. Dagang ini, dagang itu, jual ini jual itu dan lain sebagainya. Nah inilah saat-saat dimana anda perlu memantapkan diri mau usaha apa.

Mungkin anda pernah mengalami juga ketika usaha baru atau sudah berjalan tiba-tiba muncul peluang usaha atau jasa lain yang enggak tau kenapa anda tertarik untuk mengambil usaha itu. Terlebih ketika melihat orang lain sukses luar biasa dengan usaha tersebut. Atau mungkin baru buka usaha ketika melihat peluang usaha yang lain usaha yang sudah ada ditutup dan memulai usaha baru.

Hal diatas sudah lumrah di dunia usaha. Terlebih ketika usaha kita sudah mendapatkan posisi yang lumayan dihati para kerabat. Rasanya ingin saja segera melibas iming-iming tersebut.

Sewaktu usaha saya jalan sayapun mengalami hal demikian. Banyak sekali peluang-peluang yang datang, bahkan dari sisi finansial. Investor saling berebut untuk menaruh dananya pada peluang-peluang tersebut. Pikiran saya malah campur aduk bingung apa yang mau saya lakukan.

Menurut kacamata saya dan beberapa pengusaha yang lain, sebenarnya ketika kita baru saja mulai menjalankan usaha sebaiknya kita memilih satu usaha saja, kita tekuni dan kita ikut berproses di dalamnya. Sekecil apapun usaha tersebut. Kenapa harus melakukan satu usaha saja padahal banyak peluang lain diluar sana?

Pertama, dengan berproses kita bisa mengetahui dan mengerti bagaimana dan apa kebutuhan perusahaan. Kedua, seiring berjalan waktu sedikit demi sedikit perlu dibuat suatu sistem baku sesuai dengan kebutuhan perusahaan (Standart Operational Procedure). Ketiga, Baru setelah sistem bisa berjalan tanpa ada kita disana, omset terus meningkat dan profit mengalir masuk ke rekening barulah kita boleh mengambil peluang yang lain.

Beberapa pengalaman saya menunjukkan bahwa ketika kita mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang hampir bersamaan hasilnyapun tidak maksimal. Badan terasa lebih capek dan pikiran akan terpecah. Namun ketika hanya memfokuskan pada satu bidang dan all out profit yang saya dapatkan justru lebih besar.

Okelah mungkin usahanya saat ini masih terbilang sangat kecil keuntunganya pun juga kecil. Anda tidak perlu cemas akan hal ini. Coba kita pelajari lagi "deret hitung". Misalnya anda menjual keripik, satu kemasan biaya produksi Rp. 5.000,- anda menjual ke pasar Rp. 6.000,-. Seandainya kita dalam sehari bisa menjual 5 buah maka dalam satu bulan keuntungannya adalah Rp. 150.000,-. Lumayan yaa?? Lumayan Kecil.. Ok Ok.. Berarti harus dilakukan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaranya. Pasang target penjualan per harinya dan harus ada peningkatan. Misal target sehari laku 30 bungkus. Dalam sebulan Keuntungan bersih adalah Rp.900.000. Oke, lumayan. Kalau ditambah lagi dengan tenaga marketing dengan target yang sama. Misal ditambah 5 marketing saja Rp. 900.000x5=Rp. 4.500.000 bersih dalam sebulan. Piye?? Segeeeeeerrrrr to??

Itu Jualan keripik. Jualan barang lainpun pada initinya sama. Berlakukan deret hitung. Semakin kecil produk yang kita jual, keutunganpun sedikit, begitu pula sebaliknya.

shareSeriale

Jumat, 10 Agustus 2012

Paket Sukses

Assad, Bob dan David
Siap Sukses juga siap gagal. Inilah yang seringkali saya dengar dari guru saya Saptuari. Di berbagai seminar, twitter maupun di tulisan yang lain beliau sering mengucapkan kata-kata ini. Artinya, setiap orang yang sukses pasti telah mengalami proses dan kegagalan, namum ketika gagal ianya tidaklah menyerah tapi justru lebih bersemangat lagi untuk menjadi lebih baik untuk mencapai kesuksesan.

Coba kita amati orang-orang yang saat ini mentereng dan bergengsi soal kesuksesan. Misalnya saja Om Bob Sadino. Sebelum beliau menjadi salah satu milyader di Indonesia seperti sekarang, beliau mengawali karier dengan berjualan telur door to door, menjadi sopir taksi dan berdagang ayam. Bukan jalan mulus ketika merintis usahanya. Seringkali Om Bob di anggap orang gila karena tindakanya itu. Banyak orang mempertanyakan apa mungkin bisa sukses dengan jualan telor??

Boro-boro Om Bob patah arang dan menyerah dengan hinaan, cercaan dan omongan orang lain. Beliau justru lebih gigih dan tertantang dengan apa kata orang lain. Hingga pada akhirnya saat ini beliau telah memetik apa yang telah ditanamnya saat muda dulu. Bahkan Om Bob mengatakan carilah kegagalan sebanyak-banyaknya, karena kesuksesan merupakan puncak dari gunung-gunung kegagalan.

Beda dengan Om bob, yang satu ini adalah juraganya Kedai Digial atau diawal tadi saya sebutkan Mas Saptuari. Yang mengikuti Blog ataupun seminarnya sedikit banyak mesti sudah tau bagaimana sepak terjang orang yang sering di panggil mas Kingkong ini.

Sejak kuliah Mas Sapt sudah memulai usaha menjadi Mc Laren atau dalam bahasa jawa "makelaran". Mulai jualin stiker, kaos bahkan sampai jualan ayam dari pasar ke pasar lain. Mengawali karier dari menggadaikan sertifikat tanah satu-satunya milik orang tuanya, mas Sap dapat pinjaman modal Rp. 25 Juta yang digunakan untuk mengontrak tempat becak sebagai kantor dan rumah produksinya.

Berjalan beberapa waktu gempa Jogja nyaris meratakan kontrakanya dengan tanah. Komputer yang masih dicicilnyapun rusak, tempat produksipun tidak dapat digunakan. Akan tetapi semangatnya yang menggebu-gebu tidak menyurutkan langkahnya untuk kembali membangun dan membesarkan Kedai Digital.

Dari kegigihanya menjalankan usaha saat ini kita bisa lihat pencapaian-pencapaianya. Mulai dari penggagas Sedekah Rombongan, Warung mas Kingkong, Bakso Iga Lunak, pembicara seminar dan lain sebagainya.

Pesan dari mas Saptuari adalah habiskan jatah kegagalanmu maka sukses akan segera ditangan. Sikaaaat!!
Dari dua penggalan cerita orang sukses di atas dapat ditarik kesimpula bahwa antara gagal dan sukses itu merupakan satu-kesatuan dalam dunia bisnis. Siap sukses juga siap gagal. Tinggal kita menyikapi apa yang harus kita lakukan ketika gagal dan apa yang harus kita lakukan saat sukses?

Bagaimana? Sudah Siap dua-duanya? Kalau masih belum yakin coba cerna kalimat berikut: Buka usaha itu ketika mengalami kegagalan itu sudah biasa dan wajar. Yang aneh itu adalah belum buka usaha tapi sudah memikirkan kegagalan atau kerugianya.. Maka dari itu ketika sudah punya ide yuuuk segera action!!

shareonline seriale

Kamis, 09 Agustus 2012

Sedekah Super Dahsyat

Sedekah 7 KR Jogja 4 Agustus 2012
Ini kali ketiga saya merasakan betapa dahsyatnya sedekah brutal. Pertama, saat itu sedang diselenggarakan seminar 7 Keajaiban Rezeki di Malang oleh Ippho Santosa, Minggu 22 Januari 2012 di Gor Pertamina Univ. Brawijaya. Alhamdulillah saat itu terkumpul lebih dari Rp. 85Jt. Jumlah yang begitu luar biasa untuk pengumpulan sedekah selama 30 menit. Sedekah ini kemudian disalurkan ke panti asuhan di kota malang dan sekitarnya.
Yang kedua adalah event Festival Muda Mandiri di Kediri, 15 Juli 2012. Saat itu ada dua pembicara yang menyampaikan materi.Rangga Umara CEO Lela dan Saptuari Owner Kedai Digital Group. Di akhir acara Saptuari mempresentasikan gerakan Sedekah Rombongan kepada peserta seminar. Tak lama kemudian dilangsungkan sedekah Brutal. Tak tanggung, Rangga Umara melelang Jam tangan yang dipakainya untuk disedekahkan. Alhamdulillah terkumpul sekitar Rp. 18Jt termasuk Rp. 10Jt dari Lelang jam tangan. Seluruh hasil sedekah kemudian di serhkan kepada Saptuari untuk disalurkan ke Sedekah Rombongan.
Yang ketiga adalah seminar 7 Keajaiban Rezeki di Jogja bersama Ippho Santosa, 4 Agustus 2012. Meski sudah lebih dari 20 kali Ippho menjadi pembicara di Jogja, namun antusias warga Jogja masih tetap bagus. Sekitar 600 peserta terkumpul dalam satu ruangan. Seperti biasa di akhir acara dilangsungkan sedekah. Alhamdulillah terkumpul lebih dari Rp. 66Jt termasuk Lelang Jaket Ippho (Rp.8Jt). Dimana 70% digunakan untuk membangunsekolah Gratis yang di prakarsai Ippho dan Dompet Dhuafa, dan 30% sisanya disalurkan ke berbagai pihak di Jogja.
Alhamdulillah ketiga seminar tersebut terselenggara atas kerjasama saya dan tim adaEo, Muda Mandiri dan dpiEo. Semoga kedepan event-event yang kami selenggarakan dapat memberikan manfaat yang seluas-luasnya bagi masyarakat. Amin...

shareSeriale online subtitrate

Rabu, 08 Agustus 2012

Kamar itu Dingiiiiiin...


Kamar itu Dingiiiiiin...

Bagaimana rasanaya ketika malam hari anda tidur di kamar seperti di foto samping ini?
Yaa!! foto disamping adalah salah satu kamar santri pondok pesantren Sabihul Huda yang beberapa waktu lalu saya tuliskan di twitter @davidhandrawan.
Nampaknya gambar ini lebih cocok dijadikan sebagai kandang ayam atau kandang kambing. Memang benar begitu adanya, tepat didepan kamar terdapat kandang ayam. Tidak terlihat utuh memang di gambar, namun belahan bambu (pojok kanan bawah) itu adalah kandang ayam dan tepat disebelahnya adalah kandang kambing.
Kondisi kamar sangat memprihatinkan, dinding terbuat dari triplek seadanya, lubang disana sini dan hanya beralaskan tikar diatas jajaran bambu. Hmmmmm... Betapa kedinginanya santri-santri itu ketika tidur di malam hari.
Tempat tidur itu juga merupakan buatan santri-santri yang tinggal disana. tidak memakai jasa tukang atau bahkan arsitek. Woow.. sangar yooo!!!


shareonline seriale