![]() |
| FOKUS |
Mungkin anda pernah mengalami juga ketika usaha baru atau sudah berjalan tiba-tiba muncul peluang usaha atau jasa lain yang enggak tau kenapa anda tertarik untuk mengambil usaha itu. Terlebih ketika melihat orang lain sukses luar biasa dengan usaha tersebut. Atau mungkin baru buka usaha ketika melihat peluang usaha yang lain usaha yang sudah ada ditutup dan memulai usaha baru.
Hal diatas sudah lumrah di dunia usaha. Terlebih ketika usaha kita sudah mendapatkan posisi yang lumayan dihati para kerabat. Rasanya ingin saja segera melibas iming-iming tersebut.
Sewaktu usaha saya jalan sayapun mengalami hal demikian. Banyak sekali peluang-peluang yang datang, bahkan dari sisi finansial. Investor saling berebut untuk menaruh dananya pada peluang-peluang tersebut. Pikiran saya malah campur aduk bingung apa yang mau saya lakukan.
Menurut kacamata saya dan beberapa pengusaha yang lain, sebenarnya ketika kita baru saja mulai menjalankan usaha sebaiknya kita memilih satu usaha saja, kita tekuni dan kita ikut berproses di dalamnya. Sekecil apapun usaha tersebut. Kenapa harus melakukan satu usaha saja padahal banyak peluang lain diluar sana?
Pertama, dengan berproses kita bisa mengetahui dan mengerti bagaimana dan apa kebutuhan perusahaan. Kedua, seiring berjalan waktu sedikit demi sedikit perlu dibuat suatu sistem baku sesuai dengan kebutuhan perusahaan (Standart Operational Procedure). Ketiga, Baru setelah sistem bisa berjalan tanpa ada kita disana, omset terus meningkat dan profit mengalir masuk ke rekening barulah kita boleh mengambil peluang yang lain.
Beberapa pengalaman saya menunjukkan bahwa ketika kita mengerjakan beberapa pekerjaan dalam waktu yang hampir bersamaan hasilnyapun tidak maksimal. Badan terasa lebih capek dan pikiran akan terpecah. Namun ketika hanya memfokuskan pada satu bidang dan all out profit yang saya dapatkan justru lebih besar.
Okelah mungkin usahanya saat ini masih terbilang sangat kecil keuntunganya pun juga kecil. Anda tidak perlu cemas akan hal ini. Coba kita pelajari lagi "deret hitung". Misalnya anda menjual keripik, satu kemasan biaya produksi Rp. 5.000,- anda menjual ke pasar Rp. 6.000,-. Seandainya kita dalam sehari bisa menjual 5 buah maka dalam satu bulan keuntungannya adalah Rp. 150.000,-. Lumayan yaa?? Lumayan Kecil.. Ok Ok.. Berarti harus dilakukan peningkatan kapasitas produksi dan pemasaranya. Pasang target penjualan per harinya dan harus ada peningkatan. Misal target sehari laku 30 bungkus. Dalam sebulan Keuntungan bersih adalah Rp.900.000. Oke, lumayan. Kalau ditambah lagi dengan tenaga marketing dengan target yang sama. Misal ditambah 5 marketing saja Rp. 900.000x5=Rp. 4.500.000 bersih dalam sebulan. Piye?? Segeeeeeerrrrr to??
Itu Jualan keripik. Jualan barang lainpun pada initinya sama. Berlakukan deret hitung. Semakin kecil produk yang kita jual, keutunganpun sedikit, begitu pula sebaliknya.
Seriale



